Yuri Gagarin: Manusia Pertama di Luar Angkasa


Hari ini, tepat tanggal 12 April 2011, dunia memperingati hari Manusia Pertama di Luar Angkasa. Google pun ikut meramaikan dengan merubah logo mereka:

 

google manusia pertama di luar angkasa

Google: manusia pertama di luar angkasa

Simak cerita lengkap tentang Yuri Gagarin: Manusia Pertama di Luar Angkasa:

Hari masih pagi pada 12 April 1961, ketika seorang anak tukang kayu yang berpangkat letnan Angkatan Udara Soviet, Yuri Alekseyevich Gagarin, dibantu mengenakan pakaian luar angkasa. Ditemani kosmonaut cadangan, German Titov, ia diantar menggunakan bus menuju Situs Nomor 1 di Tyuratam Missile Test Range–sekarang disebut Baikonur Cosmodrome–pada gurun yang sepi di Kazakstan.

Pagi itu tak ada pidato. Gagarin hanya berucap selamat tinggal, lalu diikat kencang ke kapsul bulat kecil bernama Vostok, diletakkan di ujung misil balistik antarbenua R-7 termodifikasi yang semula dirancang untuk meluncurkan hulu ledak nuklir.

Tak ada pula hitungan mundur dramatis. Pada pukul 9.06.59, ahli roket Uni Soviet, Sergei Korolev, menekan tombol peluncuran, dan R-7 melesat naik dengan gagahnya dari landasan. Gagarin berteriak, “Poyekhali (Ayo berangkat)!”

Roket melaju 500 meter per detik pada dorongan awal, Gagarin masih sempat bercanda. “T plus 100, bagaimana keadaanmu?” kata Korolev, yang mengendalikan seluruh manuver roket. “Saya baik-baik saja,” ujar Gagarin, “bagaimana keadaanmu?”

Tiga menit kemudian, roket pendorong utama dipisahkan bersamaan dengan menyalanya roket pendorong terakhir. Kapsul Vostok sekarang meluncur pada kecepatan 6.000 meter per detik. Keheningan di ruang pengendali hanya pecah oleh suara operator yang setiap 30 detik berujar, “Penerbangan normal.” Situasi tersebut berubah pada menit kesembilan ketika wahana mencapai orbit. Suara operator tenggelam oleh teriakan Mikhail Marov, salah seorang insinyur peneliti kepercayaan Korolev.

Marov masih mengingat saat Gagarin berbicara secara perlahan dan tenang. “Saya bisa melihat barisan awan. Saya bisa melihat semuanya. Ini sangat indah,” ujarnya, melapor kepada ruang pengendali. Sekitar 40 menit kemudian, Vostok melesat di atas Amerika Serikat. Setengah jam kemudian, Korolev menyalakan roket retro, dan kapsul Vostok meluncur kembali ke bumi.

Proses re-entry, ketika kapsul kembali memasuki atmosfer bumi, hampir berubah menjadi bencana. Pita pengaman yang menghubungkan kapsul Vostok dengan modul pelayanan gagal terlepas. Kapsul mulai berputar dan bergetar, membuat bagian yang tak terlindungi memanas akibat tergesek udara. “Semuanya berjalan lancar,” ujar Gagarin dengan tenang kepada Korolev.

Gagarin hampir hilang kesadaran ketika suhu di dalam kapsul naik ke tingkat berbahaya. “Saya berada di dalam awan api yang melesat kencang menuju bumi.” Sepuluh menit kemudian, pita pengaman habis terbakar dan kedua modul terpisah.

Pintu kapsul terbuka, Gagarin terlontar keluar dan turun perlahan dengan bantuan parasut dari ketinggian 7.000 meter. Awalnya Uni Soviet cemas, seandainya Gagarin mendarat, ia masih di dalam kapsul Vostok, sehingga terjadi bahaya lain. Kenyataannya, kursi pelontar tetap berfungsi baik selama enam kali misi Vostok.

Gagarin mendarat di dekat komunitas Smelovka, dekat Saratov di selatan Rusia. Dua penduduk desa menyaksikan saat pendaratan tersebut. Ia mencoba meyakinkan penduduk itu, “Jangan takut, saya sama seperti kalian, orang Rusia yang turun dari langit, dan saya butuh telepon untuk berbicara ke Moskow!”

Berita penerbangan Gagarin menyebar ke seluruh dunia. Dua hari kemudian, ia menjadi pusat perhatian pada parade militer di Moskow sebagai bagian dari propaganda Perang Dingin dari Uni Soviet.

 

YURI GAGARIN HEADLINE

YURI GAGARIN HEADLINE

Beberapa pekan setelah penerbangan Gagarin, pada 25 Mei 1961, Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy berpidato yang mengumumkan tekad negaranya mengirim manusia ke bulan dan mengembalikannya ke bumi dengan selamat sebelum dekade itu berakhir. Perlombaan luar angkasa pun dimulai.

Jika Gagarin masih hidup hingga sekarang, ia akan terkejut mengetahui misil balistik antarbenua buatan Korolev telah dikembangkan sebagai roket Soyuz, mengangkat orang Rusia, orang Amerika, dan astronot dari lima agensi luar antariksa lainnya ke stasiun antariksa internasional. Sebanyak 520 laki-laki dan perempuan dari 38 negara telah meluncur ke luar angkasa selama lima dekade, setelah manusia antariksa pertama menikmati perjalanan berdurasi 108 menit.

Gagarin terpilih sebagai manusia pertama yang mengorbit bumi karena postur tubuhnya yang kecil, yaitu 157 sentimeter, memungkinkannya masuk ke kapsul Vostok. Tanpa keberuntungan tersebut, German Titov-lah yang seharusnya menjadi kosmonaut pertama. Namun manusia pertama yang mencicipi antariksa itu kehilangan nyawanya dalam sebuah kecelakaan pesawat jet pada 1968.

Untuk merayakan 50 tahun penerbangan pertama manusia ke luar angkasa, Rusia menyiapkan serangkaian acara, mulai konser, pameran, hingga pertemuan di Kremlin, yang akan dihadiri 40 kepala badan antariksa negara asing, termasuk Charles Bolden, kepala Badan Antariksa Amerika (NASA). Di luar negeri pun keberhasilan Gagarin dirayakan dengan meriah. Di London, misalnya, patung Gagarin akan dibangun di sebuah mal. Orang Inggris bahkan menyandingkan kehebatan kosmonaut pertama ini dengan petualang legendaris Captain Cook.

Kamis lalu, modul TMA-21 yang diluncurkan menggunakan roket Soyuz sampai di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Modul tersebut diberi nama sesuai dengan manusia pertama yang mengorbit bumi setengah abad silam, Gagarin.

Sumber: L YOS RIZAL | ANTON WILLIAM | GRAPHICNEWS | AP | TempoInteraktif.com (translated)

Advertisements